Negara Ini Penyumbang Sampah Elektronik Terbanyak di Dunia

By dlhbengkalis 27 November 2017, 13:29:37 WIBInternasional

Negara Ini Penyumbang Sampah Elektronik  Terbanyak  di Dunia

Keterangan Gambar : Sampah Elektronik


Sampah-sampah elektronik menjadi masalah besar global karena dapat merusak lingkungan dan keanekaragaman hayati. Apalagi, pertumbuhan sampah elektronik selalu meningkat 5 persen setiap tahunnya.

Asia adalah benua penyumbang sampah elektronik terbesar di dunia dengan pertumbuhan sampah elektronik mencapai 63 persen dalam lima tahun (2010-2015).

Hal itu disebabkan Asia menjadi pasar dan industri terbesar dalam sektor elektronik dan industri tidak menerapkan program daur ulang atau digunakan kembali limbah-limbah elektronik yang telah terpakai.

Pada 2015, sampah elektronik di Asia sendiri sudah mencapai 12,3 juta ton, 2,4 kali lipat lebih berat dari Piramida Agung di Giza, Mesir.

Tiongkok menjadi negara penyumbang sampah elektronik terbesar di dunia dengan 6,7 juta ton sampah, meningkat 107 persen dari jumlah yang ada pada 2010. Hong Kong menyumbang sampah elektronik sebanyak 21,7 kg dan sampah elektronik Singapura seberat 19,95 kg.

United Nations University memperkirakan jumlah sampah elektronik akan terus bertambah mencapai 49,8 juta ton pada tahun depan, dengan tingkat pertumbuhan 4-5 persen.

“Kebanyakan ponsel bekas diekspor ke negara lain. Hong Kong adalah pasar terbesar untuk barang bekas,” kata Shunichi Honda (Programme Officer UN Environment Jepang) seperti dikutip Forbes.

“Sisanya, sampah elektronik dibawa ke pengepul dan dikirimkan ke tempat pembuangan akhir (TPA). Paling berbahaya, sampah-sampah elektronik itu diekspor ke negara-negara yang ingin mengurangi material sampah elektronik dengan pembakaran,” katanya.

Honda mengatakan saat ini beberapa negara di Asia dan Afrika menggunakan masih menggunakan proses daur ulang yang yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, seperti pembakaran dan penumpukan.

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi sampah elektronik terutama oleh konsumen adalah menukar gadget lama dengan yang baru melalui program buyback atau trade-in.

Apple dapat menjadi salah satu contoh terbaik dalam mendaur ulang limbah elektronik. Caranya, iPhone yang lama akan dikumpulkan Apple tetapi tidak akan dibakar. iPhone bekas itu akan didaur ulang dan dijadikan sebagai material ubin, jendela, atau juga furnitur lainnya. DLHBENGKALIS



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment