DLH-BENGKALIS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis menggelar kegiatan bertajuk “Teknologi Pemusnah Sampah Berbasis Ramah Lingkungan” sebagai upaya mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan DLH Kabupaten Bengkalis dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan daerah.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Agus Susanto, ST., M.Si, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Marngatin, S.K.M., M.KM. Turut hadir perwakilan Sekretaris DPRD Kabupaten Bengkalis, perwakilan BPPD, BPKAD, Bapenda, Dinas Perkim, Dinas PUPR, Dinas Perindag, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Disparbudpora, Dinas PMD, Diskominfotik, Satpol PP, RSUD Bengkalis, RSUD Mandau, Camat Bengkalis, Camat Bantan, serta seluruh pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan DLH Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini juga dihadiri oleh LSM Bahtera Melayu dan Komunitas Bahan Pikiran dan Semesta.
Dalam sambutannya, Sekretaris DLH Kabupaten Bengkalis, Marngatin, menekankan pentingnya riset dan inovasi dalam pengelolaan sampah di setiap daerah. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Bengkalis saat ini telah memiliki empat Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun masih memerlukan pembinaan dan peningkatan kapasitas agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal, ia juga menambahkan pentingnya penguatan peran masyarakat melalui upaya pemilahan sampah dari rumah dan pengembangan bank sampah, dengan harapan setiap desa memiliki bank sampah unit dan setiap kecamatan memiliki bank sampah aktif. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memulai pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Diperlukan pemahaman bersama antar seluruh pihak agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terpadu. Selain itu, dukungan anggaran juga menjadi faktor penting dalam menunjang operasional pengelolaan sampah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya penguatan peran masyarakat melalui pengembangan bank sampah, dengan harapan setiap desa memiliki bank sampah unit dan setiap kecamatan memiliki bank sampah aktif. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memulai pengelolaan sampah dari sumbernya.
Sementara itu, pemateri dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Riau, Lukman Hakim Nasution, ST., MT., Ph.D., menjelaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi yang mampu mengelola sampah secara efektif dan ramah lingkungan.
Ia memaparkan teknologi pemusnah
sampah yang dikembangkan, yakni alat bernama Obsidizer (incinerator). Teknologi
ini mengusung konsep comminution (penghancuran), fragmentation (pemecahan
lanjutan), serta pemrosesan melalui metode pirolisis dan pirometalurgi dengan
suhu tinggi hingga sekitar 1000°C.
“Alat ini menggunakan sistem ruang bakar ganda, yaitu primary chamber dan secondary chamber, sehingga pembakaran berlangsung lebih sempurna dan terkontrol. Selain itu, dilengkapi sistem oxidizer yang mengolah asap menjadi uap panas untuk menghasilkan energi listrik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan
bahwa teknologi ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah secara
signifikan, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan. Sisa pembakaran berupa
abu pun dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ikan atau udang, serta
produk lain yang bernilai guna.
Pengembangan alat ini turut melibatkan kerja sama dengan Politeknik Negeri Bengkalis, khususnya dalam desain dan implementasi teknologi agar sesuai dengan kebutuhan daerah. Biaya pembuatan alat diperkirakan sekitar Rp200 juta pada tahun 2025.
Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan
dampak panas yang dihasilkan alat terhadap lingkungan. Dijelaskan bahwa panas
yang dihasilkan tidak memberikan dampak signifikan terhadap efek rumah kaca
karena dimanfaatkan kembali sebagai energi. Selain itu, proses pembakaran yang
terkontrol dan pengolahan asap menjadikan teknologi ini lebih ramah lingkungan
dibanding pembakaran konvensional.
Menanggapi pertanyaan terkait pengolahan berbagai jenis sampah, seperti kertas dan kaca, dijelaskan bahwa alat mampu menangani perbedaan karakteristik material. Kertas akan terbakar, sedangkan kaca akan melebur akibat suhu tinggi, sehingga menghasilkan residu yang lebih aman dan mudah dikelola.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah
Kabupaten Bengkalis berharap inovasi teknologi pemusnah sampah berbasis ramah
lingkungan dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi permasalahan sampah,
sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan
berkelanjutan. Selain itu, diharapkan pemateri dapat menyusun panduan teknis
(manual book) agar penggunaan alat dapat dilakukan secara optimal, aman, dan
sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia (Selasa, 05/05/2026).